Keamanan wisatawan asing yang berencana berkunjung ke Myanmar masih menjadi perhatian serius. Sejumlah pemerintah asing mengeluarkan peringatan perjalanan dan menyarankan warganya untuk menunda atau menghindari perjalanan wisata ke negara tersebut.
Peringatan ini berkaitan dengan kondisi keamanan yang belum stabil akibat konflik internal dan ketegangan politik yang masih berlangsung. Pemerintah asing menilai situasi di Myanmar dapat berubah dengan cepat dan sulit diprediksi, sehingga berisiko bagi pelancong internasional.
Wilayah perbatasan dan daerah pedalaman disebut sebagai area paling rawan karena masih terjadi bentrokan bersenjata. Sementara itu, kota-kota utama seperti Yangon, Mandalay, dan Bagan dilaporkan masih beroperasi secara terbatas, namun wisatawan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Selain faktor keamanan, keterbatasan layanan kesehatan, bantuan darurat, serta kemungkinan perubahan kebijakan visa juga menjadi perhatian. Pemerintah asing menegaskan bahwa kemampuan bantuan konsuler dalam situasi darurat bisa sangat terbatas.
Pelaku industri pariwisata dan otoritas terkait menyarankan wisatawan internasional untuk menunggu hingga kondisi benar-benar kondusif sebelum merencanakan perjalanan ke Myanmar.
